HUBUNGAN PENDIDIKAN UJIAN NASIONAL SELAYANG PANDANG
Pendidikan dikaitkan dengan tantangan global kata “guru” ditempatkan sebagai object yang paling bertanggung jawab atas kemajuan dunia pendidikan baik secara operasional maupun hasil diharapkan dan dipatok dengan angka mati tanpa kompromi dan dijadikan standart minimal kelulusan pada masing masing jenjang pendidikan yang memunculkan peran kecurangan pada pelaksanaan Ujian Ahir Sekolah disingkat (UN). Didalam prosesnya guru melakukan banyak penilaian terhadap anak didiknya yang disebut dengan penilaian proses, yang dalam pelaksanaanya begitu banyak pihak yang terlibat dalam didalam aksi tersebut: selain Guru dan peserta didik yang melakukan interaksi pembelajaran ada juga orang tua dan masyarakat sebagai pengguna jasa Pendidikan juga selaku pengamat proses kelangsungan pendidikan tersebut sekaligus juga melakukan penilaian apa yang menjadi hambatan, halangan selanjutnya melakukan tindakan untuk mencari alternatif penyelesaian dengan cara duduk bersama mencari penyelesaian masalah yang jitu.namun segalanya akan hilang begitu saja pada saat (UN) dilaksanakan
Pendapat Prof Dr Karlheinz A Geissler (2000) untuk kelansungan hidup yang bermakna belajar merupakan pekerjaan pertama dan utama “bila kita berhenti belajar berarti berhenti pula kehidupan” ia juga menuturkan dimasa kini pembelajaran bersifat ofensif dan proaktif.
Ofensif dilaksanakan akibat dari pola pola individualisasi di zaman modern adanya hasrat pemenuhan diri yang terus meningkat dan merupakan keharusan untuk mencapai nya itu yang pertama, Kedua meningkatnya prilaku reflek dalam kehidupan yaitu proses prilaku pemantulan antara suatu keadaan dengan keadaan yang lainnya dalam pengambilan keputusan antara berpikir dengan bertindak, dengan apa yang diamati dan yang dilakukan ketiga tantangan globalisasi dan internasional yang menuntut kawasan dan wawasan tampa batas. Keempat adanya koreksi terhadap struktur waktu masyarakat atau fleksibilisasi yaitu kecenderungan fleksibilitas pola pola waktu (maju mundur) dan tempat dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk mewujudkan pembelajaran ofensif diperlukan 4 (empat) kompetensi (1). kecakapan mengidentifikasi aspek produktif dari adanya keragamandan toleransi dan penggunaannya secara efektif. (2). kecakapan untuk berinisiatif, mengembangkan, mendukung dan mengelola, menyimpulkan secara tepat prose-proses sosial. (3). Kecakapan untuk beradaptasi dengan transisi dalam kehidupan (4). Kecakapan dalam menjaga keseimbangan dalam kondisi ketidak pastian.
Dari pendapat di atas belajar adalah kebutuhan Individu untuk mendapatkan kecakapan yang dibutuhkan oleh tiap individu tersebut. Tanpa mengenal waktu (jadwal), batas usia, dan tempat. “Guru” disini perupakan pemandu, pemberi informasi, pelatih, penyedia kecakapan bukan hanya pada bentuk individu yang serba bisa, namun lebih pada bentuk media Electronik, Cetak dan dunia maya (internet). Lantas guru pada tingkat pendidikan formal, guru masih tetap dibutuhkan? Jawabannya adalah Ya, Guru disini tidak hanya penyedia atau pemberi impormasi saja, Dia punya peran Pendidik yang memberi tau apa yang layak dan tidak, baik dan Buruk, oleh dan tidak boleh. pendek kata Guru melakukan sensor pengedalian tingkah laku baik secara individu maupun kelompok.
Guru merupakan Subjek bukan lah Objek yang selalu dijadikan kambing hitam apabila pendidikan mengalami masa surut, walaupun guru merupakan unsur utama dalam tingkat institusional dan instruksional, karena pengaruh pihak pemerintah yang melakukan penilaian seperti diatur pada sisdiknas namun selayaknya standar minimal kelulusan tidak perlu dipatok begitu tinggi, yang serta merta membuat sekolah atau institusi pendidikan melakukan trik dan melegalkan cara yang sama sekali tidak mendidik keprofesionalan peserta didik namun mengajarkan bagai mana kepada mereka bagaimana mencapai tujuan dengan cara yang praktis tanpa peduli cara apa yang dilakukan.
Terus apa yang kita lakukan untuk memperbaiki ini? Dengan cara apa, bagaimana dan seterusnya ?Siapa yang dapat memperbaikinya? Kamu !
Indra Oktaviro, S.Pd
Guru SMA N 2 Tebing Tinggi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar